Minggu, 07 April 2013

Tugas 2 Softskill : Perekonomian Indonesia


Ini Kelemahan Perekonomian Indonesia Versi Kadin
Penulis : Didik Purwanto | Rabu, 6 Maret 2013 | 14:40 WIB
 
JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan perekonomian Indonesia ke depan sebenarnya sangat menjanjikan bagi investor baik domestik maupun asing. Namun Kadin melihat masih ada kelemahan perekonomian yang perlu dibenahi.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novian Bakrie mengatakan, perekonomian Indonesia yang menjanjikan tersebut dibuktikan dengan investasi yang masuk, tingkat konsumsi masyarakat yang berkembang dan dunia usaha yang bergairah.
"Tapi masih ada beberapa kelemahan struktur ekonomi Indonesia yang perlu dibenahi kini," kata Anindya di Menara Kadin Jakarta, Rabu (6/3/2013).
Anindya melihat kelemahan ekonomi Indonesia itu di defisit neraca perdagangan. Saat ini akibat impor yang lebih besar dari ekspor maka hal tersebut membuat neraca perdagangan Indonesia makin defisit. Apalagi impor yang terbesar dari minyak dan gas (migas).
Di sisi lain, Anindya juga menyoroti subsidi bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat yang sebenarnya malah tidak tepat sasaran. Saat ini subsidi anggaran BBM malah dinikmati oleh orang kaya.
"Imbasnya, defisit dan tekanan impor migas yang tinggi itu menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah," tambahnya.
Imbasnya lagi, anggaran yang sebenarnya untuk infrastruktur malah terabaikan. Anindya menilai dalam beberapa bulan terakhir ini tidak ada perbaikan kebijakan pemerintah sehingga permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah tidak bisa diselesaikan.
"Akibat struktur fiskal yang lemah seperti ini dan telah mengalami defisit, maka pengeluaran untuk kebutuhan infrastruktur menjadi tidak maksimal," tambahnya.
Padahal investor asing saat berniat berinvestasi di Indonesia tentu akan melihat birokrasi hingga sisi infrastrukturnya. Jika tidak bagus, maka investor asing tersebut akan hengkang dari Indonesia.


Sumber :

Persepsi saya :

Menurut saya sebenarnya banyak investor yang masuk ke Indonesia baik dari domestik maupun asing karena tingkat konsumsi masyarakat indonesia yang berkembang dan dunia usaha yang semakin meningkat. Namun akibat impor yang lebih besar dari ekspor membuat investor asing berpikir untuk berinvestasi di Indonesia, dan kemungkinan investor asing hengkang untuk berinvestasi di Indonesia.
Sebaiknya Indonesia harus mengatur ulang antara impor dan ekspor. Seharusnya Indonesia lebih banyak mengekpor lebih meningkat dibandingkan impor, supaya barang negeri sendiri bisa dikenal di luar negeri dan mengurangi untuk impor barang luar. Dan supaya para investor asing tidak berpikir dua kali untuk berinvestasi di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar